ARYA TEGEH KORI

Rabu, 15 Juli 2009 | |

BABAD ARYA TEGEH KURI
Oleh : Bhagawan Dwija
Om Swastyastu,
Arya Kenceng Tegeh Kuri (bukan Kori) adalah anak kandung dari Dalem
(Raja). Ada dua kemungkinan 'Dalem' yaitu :
1.
Dalem Sri Kresna Kepakisan, raja I setelah pendudukan Majapahit,
beristana di Puri Samprangan
2.
Dalem Agra Samprangan, raja II setelah wafatnya Sri Kresna Kepakisan,
juga tetap beristana di Puri Samprangan.
Ketidakjelasan tentang raja yang mana, karena :
1.
Dalam babad Arya Kenceng Tegeh Kuri tidak jelas disebutkan nama Dalem.
2.
Dalam babad Dalem, tidak pernah disebutkan bahwa kedua raja itu pernah
mempunyai anak yang 'dihadiahkan' kepada Arya Kenceng.
Perkiraan itu muncul karena Arya Kenceng adalah salah satu panglima
perang dari pasukan Gajahmada yang menaklukkan Bali di tahun 1300, jadi
seangkatan dengan Dalem Sri Kresna Kepakisan, atau menjadi penglingsir
Dalem berikutnya.
Anak (putra) Dalem itu dianggap bersalah karena merangkul ayahnya yang
sedang duduk di balai persidangan. Oleh karena bersalah, maka anaknya
di-'pecat' sebagai anak, kemudian diberikan kepada Arya
Kenceng untuk diboyong ke istananya di Buahan, Tabanan, serta diberi
nama Arya Kenceng Tegeh Kuri (AKTK).
Sementara itu Arya Kenceng mempunyai anak kandung bernama Arya
Ngurah Tabanan. Setelah Arya Kenceng wafat, terjadi perselisihan diantara
anak kandung dan anak angkat, sehingga AKTK merantau dan akhirnya
menetap di Benculuk (Tonja - Denpasar)
Suatu ketika, ATKT mempunyai anak gadis bernama Ni Gusti Ayu Mimba;
gadis ini diperebutkan oleh anak Arya Ngurah Tabanan bernama Arya
Pucangan, dengan rivalnya, putra Raja Menguwi.
Karena AKTK memihak Menguwi, maka puri Benculuk digempur oleh Arya
Pucangan, maka disinilah berakhirnya kerajaan Benculuk.
Keturunan AKTK semuanya menyebar ke seluruh Bali.
Om Santih, Santih, Santih, Om

0 komentar:

Poskan Komentar